Kamis, 27 Juli 2023

ISTIRAHATLAH

 

ISTIRAHATLAH

Mari peluk erat kembali dirimu

Mari minta maaf kembali pada dirimu

Mari kuatkan lagi pengendalian dirimu

 

Tak baik terus menerus menyakiti diri

Tak baik terus menerus memaksakan diri

Tak baik berlari kencang terus menerus

Beristirahatlah!

 

Lihatlah kembali apa yang kau tuju

Apakah patut dijadikan tujuan?

Jika iya, ajak ia berjalan bersama

Jika tidak, berhentilah! Menginginkan sesuatu yang tidak ada tujuan

Itu hanya hawa nafsumu yang berkobar

 

Istirahatlah dari tujuan yang semu

Putar baliklah,

Tapi bukan bentuk keputusasaan

Melainkan bentuk cinta atas diri

Lalu melangkahlah kembali

Hingga tujuanmu juga menjadi tujuannya

Rabu, 26 Juli 2023

RASA DALAM HENING

 

RASA DALAM HENING

Sunyi dalam keramaian hati

Pandai menyimpan semua rasa

Tapi tak pandai mengungkapkan rasa

Iya, itulah aku

Aku yang selalu larut dalam rindu atas indahnya tata surya dilangit

 

Mulai darimana?

Apakah dimulai dari indahnya senja?

Apakah dmulai dari indahnya Mentari?

Atau dimulai dari indahnya purnama?

Pastinya kala itu tidak ada senja, Mentari, ataupun purnama yang lebih indah

 

Rasa takut kehilanganpun muncul

Namun aku tak berhak untuk apapun

“Siapa aku?” tanya dalam hening

Dari terbitnya Mentari hingga tenggelamnya senja

Aku hanya bisa diam dalam sejuta rasa

Duduk mencrahkan semuanya pada Maha pemilik cinta

EUFORIA TAK BERUJUNG

 

EUFORIA TAK BERUJUNG

Bait doa kau lantunkan setiap saat,

hanya untuk dia

Bait sajak kau tulis setiap hurufnya,

hanya untuk dia

Bahkan tujuan yang kau tuju hanya dia

Kau dejavu pada euforia tak berujung

Hampa yang kau dapati diakhir

Dia tak mau tau hal itu semua

Rasa yang kau bawa terlalu larut

Dan sikap dia terlalu sadis

KABUT HITAM


KABUT HITAM

Angin datang membawa kabar

Angin datang mengajakmu terbang

Angin datang mengajarimu keindahan

Angin seakan selalu ada, tapi

Lupa kesekian kalinya bahwa angin tak pernah menetap, apalagi untuk dimiliki

Angin akan berlalu begitu saja setelah membawa kabut hitam

Bertahan sebaik mungkin,

Tetap kabut hitam yang menghampiri.


Selasa, 25 Juli 2023

JANUARI 2012

JANUARI 2012


Gemercik air mengalun di luar sana

Burung-burung mengepakkan sayapnya berlalu-lalang untuk berteduh di pohon rindang itu

Angin yang terus menyapa dengan lembutnya

Bumipun mengeluarkan aroma khasnya

Mentari kali ini tak tampak seperti mentari Januari 2012

Saya tau hal itu mustahil,

tapi nyatanya mentari itu tetap menetap tanpa adanya senja yang berlalu. Walaupun mendung dan hujan terus datang silih berganti

dan apapun kekurangannya rasa itu tak pernah pudar.

MAWAR


MAWAR

Mawar

Tak selamanya kau akan terus dicium akan keharumannya

Tak selamanya kau akan terus dipandang akan keindahannya

Dan tak selamanya kau menyakitkan dengan duri-duri ditangkainya

Mawar, suatu ketika kau juga akan layu dari realitanya ketika tak lagi diberi sesuatu bagaimana mestinya dan itu pasti akan terjadi.

Juga manusia, tak selamanya akan dicintai dan disayangi oleh manusia lainnya. Pada suatu hari nanti dia akan ditinggalkan dan dilupakan itulah realitanya.

ANGIN KERINDUAN

ANGIN KERINDUAN


Angin kerinduan semakin kencang

Lelah, terlalu lama ku penjarakan

Fase menunggu, selalu hal dirimu

Indahnya akan kebersamaan

Yang selama ini menggebu-gebu untuk bertemu

Atas nama rindu semua angan bermunculan

Hal kemustahilanpun ikut serta

Hampa, hidupku hampa tanpa tentangmu

Aku hanya bisa panjatkan doa dalam angin kerinduan

Sajadah dan suara angin malam saksinya

Agar angin kerinduan sampai pada dirimu

Niatku selalu ada untuk menatap wajahmu

Agar lekas sembuh angim kencang atas rinduku

Hingga bisa bertemu kekasihku

Jalan setapak di ujung tangga itu mengingatkanku

Akan awal pertemuan abad lalu

Mentari pagi kala itu tersenyum hangat

Adanya kisah kasih saling berbagi

Luluh melantah hatiku

Untuk selalu menaruh harap tentangmu

Dalam pertemuan lalu

Di atas sajadah malam diiringi angin berlalu-lalang

Inginku dalam doa panjatkan

Namamulah yang tertulis di lauhulmahfuzNya

NAMAMU YANG INDAH

  NAMAMU YANG INDAH Mata ini tak kuat menahan, ketika melihat Ulahmu yang begitu sendu Hatipun begitu tak bisa menahan Agar tak sela...